Wednesday, September 3, 2014

Marketing Mix (Tugas Marketing Komunikasi)

Produk bisa datang dalam bentuk apa saja. Konsumen produk tersebut pun bisa “meng-kategori-kan” produk dari kenyamanan/kemudahan dalam produk itu sendiri, yang mana konsumen mau menginvestasikan upaya untuk belanja yang benar-benar terbatas. Untuk itu, ketersediaan produk dan nama brand yang cukup dikenal menjadi hal yang sangat diperlukan. Barang-barang industri juga bisa terbagi dalam beberapa sub-group, tergantung dari kegunaannya. Lini garis perusahaan bisa mengacu pada bermacam-macam produk yang sama dalam satu perusahaan. Contohnya Samsung, ia punya 2 printer laser. Mereka punya tipe yang berbeda untuk kebutuhan yang berbeda untuk segment pasar yang berbeda pula.
Dari ulasan diatas dapat dikatakan bahwa dalam proses pemasaran, konsumen membutuhkan dan menyediakan berbagai macam barang dan jasa untuk memuaskan (dalam segi kebutuhan) secara efektif. Untuk itu, seorang pebisnis harus bisa menghasilkan produk yang dibutuhkan konsumen, memberikan harga yang dapat dicari alasannya, menyediakan produk dalam outlet berbeda dimana konsumen mudah untuk mendapatkannya, dan menginformasikan konsumen tentang produk dan karakteristiknya melalui media yang dapat mereka akses.
Marketing Mix
Menurut P. Kotler, Marketing Mix adalah sejumlah alat-alat pemasaran yang di gunakan perusahaan untuk meyakinkan obyek pemasaran atau target pasar yang dituju. Marketing Mix juga membantu penyusunan rencana pemasaran dan eksekusi sebuah produk sebelum turun ke pasaran.
Dalam Marketing Mix, terdapat 4P yakni Product, Price, Place dan Promotion.  4P mempresentasikan mind-set dari penjual, bukan pembeli. Menurut Robert Lauterborn, penjual (buyer) harus menggunakan 4C, yakni Customer Value (Not product), Customer Cost (Not Price), Convenience (Not Place), and Communication (Not Promotion) sebelum menggunakan 4P. Hal ini diperlukan agar penerapan 4P dapat berjalan dengan baik.
4P
1.       Product
Produk merupakan barang atau jasa yang ditawarkan perusahaan kepada konsumennya.
a) Product Strategies
Menurut P. Kotler, produk yang baik adalah produk yang mempunya 3 level, yakni:
a.       Core Product
Core Product adalah inti dari produk yang ditawarkan. Dalam kata lain, pertanyaan dari “Apa yang produk Anda tawarkan?” harus terjawab. Contoh: Konsumen yang membeli kamera juga mendapatkan core product, yakni memori. Selain mendapatkan kamera, konsumen juga mendapatkan memori yang dapat disimpan dalam bentuk video ataupun gambar.
b.      Actual Product
Actual Product membicarakan tentang kekuatan branding dari suatu produk. Misalnya keunggulan produk dibandingkan pesaing.
c.       Augmented Product
Augmented Product disini merupakan keuntungan lain yang diperoleh dari produk tersebut (tidak berwujud). Misalnya garansi. Garansi  yang menjamin “kesehatan” produk untuk jangka waktu tertentu dapat membuat konsumen lebih “tenang” disbanding produk yang tidak memiliki garansi.
b) Product Classification
Produk terbagi menjadi 3 klasifikasi, yakni:
a.       Based on Use
Merupakan produk yang diklasifikasikan berdasarkan penggunaannya.
·         Consumer Goods
Merupakan barang-barang yang digunakan secara pribadi dan biasanya sekali pakai. Contoh : kebutuhan rumah tangga seperti beras, soft drink, dll.
1.       Convience Goods (Kemudahan dalam Membeli)
2.       Shopping Goods (Barang yang dipakai berulang-ulang kali)
3.       Speciality Goods (Barang yang special)
·         Industrical Goods
Merupakan barang-barang non-personal dan biasanya digunakan oleh sebuah perusahaan.
1.       Raw Materials (Bahan)
2.       Machinery
3.       Components
4.       Operating Supplies
b.      Based on Durability
Merupakan produk yang diklasifikasikan berdasarkan durasi pemakaiannya.
·         Durable
Merupakan barang yang mempunyai durasi yang lama (long period).
Contoh: Mobil, Motor, Mesin Cuci dll
·         Non-Durable
Merupakan barang yang cepat habis.
Contoh: Saus, garam dll
c.       Based on Tangibility
Merupakan produk yang berdasarkan dari “wujud” yang disampaikan.
·         Tangible (Barang)
·         Intangible (Jasa)
c) Product Decisions
Dalam menempatkan produk dalam pasar, banyak faktor dan keputusan yang harus dipertimbangkan.
a.       Product Design
Merupakan desain suatu produk. Desain suatu produk biasanya berpengaruh dalam menentukan penjualan. Desain yang menarik akan lebih mudah dalam menarik konsumen. Will the design be the selling point? Hal ini ditentukan oleh perusahaan yang memproduksi produk tersebut.
b.      Product Quality
Kualitas suatu product harus setara dengan harga yang ditetapkan. Biasanya, kualitas menentukan harga sebuah produk.
c.       Product Features
Fitur-fitur yang membuat produk jauh lebih unggul disbanding produk kompetitor. Fitur apa saja yang di tawarkan ke target market untuk meningkatkan keuntungan?
d.      Branding
Branding have the power of instant sales. Tidak hanya itu, branding juga membantu sebuah perusahaan atau produk untuk menyampaikan pesan, kualitas dan ujicoba produk kepada target market.

2.       Price
Adalah jumlah uang yang dibayarkan customer untuk mendapatkan sebuah produk.
a.       Faktor-faktor yang menentukan harga produk
·         Cost
Biaya produksi dan distribusi yang dihabiskan oleh sebuah produk. “Higher the cost, higher is likely to be price, lower the cost, lower the price.”
·         Demand
Permintaan juga berpengaruh dalam menentukan sebuah harga. Ketika persediaan terbatas, harga menjadi tinggi. Tetapi hal ini harus diperhatikan dari sudut pandang kapasitas dan kemauan konsumen untuk membayar serta preferensi mereka untuk produk.
·         Competition
Yakni harga yang digunakan tidak jauh berbeda dengan harga yang ditawarkan oleh competitor.
·         Marketing Objectives
Yakni pemasaran yang baik adalah pemasaran yang sesuai dengan target. Yaitu harga yang ditentukan berdasarkan target pemasaran. Misalkan target adalah dewasa mengah ke atas, harga akan semakin meninggi, dan sebaliknya.
·         Government Regulation
Yakni harga yang telah ditetapkan atau tertulis dalam UU perdagangan.
b.      Pricing Method
Merupakan strategi yang dipakai dalam menentukan harga dari sebuah produk.
·         Cost Based Pricing
Yakni harga yang ditentukan oleh biaya-biaya yang digunakan oleh produsen. Misalkan harga untuk produksi adalah Rp.50.000, harga distribusi adalah Rp.10.000, jadi biaya yang dikeluarkan produsen adalah Rp60.000. Jika ingin mendapatkan untuk 10%, maka harga yang dipatokan adalah Rp.66.000.
·         Competition Based Pricing
Merupakan harga yang ditentukan dengan membandingkan dengan harga yang dipakai oleh competitor.
·         Demand Based Pricing
Harga yang ditentukan sesuai permintaan konsumen terhadap barang yang ada.
·         Objective Based Pricing
Merupakan harga yang dipakai dengan riset yang dilakukan pada objek pasar.
3.       Place
Place adalah aktifitas yang membuat produk tersebut tersedia dan dapat di beli oleh konsumen. Biasanya, hal ini membicarakan tempat yang digunakan untuk memasarkan produk.
a.       Channel of Distribution
Merupakan tempat atau channel yang membantu memfasilitasi segala kebutuhan produk dan konsumen, misalnya tempat penempatan produk, kartu keredit, dll.
b.      Types of Channel Distribution
·         Zero stage Channel (Manufacturer-Consumer)
Produk dari produsen langsung ke konsumen.
·         1 Stage Channel (Manufacturer-Reseller-Consumer)
Produk dari produsen ke pengecer, dan lalu ke tangan konsumen.
·         2 stage Channel (Mnufacturer-Wholesale-Reseller-Consumer)
Produk dari perusahaan ke toko-toko lalu ke pengecer dan baru ke tangan konsumen.
·         3 Stage Channel (manufacturer-Agent-Wholesale-Reseller-Consumer)
Produk dari perusahaan kea gen, lalu ke toko-toko, ke pengecer dan lalu ke tangan konsumen.
c.       Faktor-faktor yang mempengaruhi pilihan Channel of Distribution
·         Nature of Market
·         Nature of Product
·         Nature of the Company
·         Middlemen Consideration
4.       Promotion
Merupakan penerapan komunikasi yang digunakan oleh pasar untuk menyampaikan pesan dan informasi antara perusahaan dan konsumen.
Promotion Mix
Merupakan penerapan promosi dalam berbagai macam cara.
a.       Advertising
Yakni penyampaian promosi melalui sebuat media iklan. Seperti di Koran, Majalah, bulletin, Billboard dll.
b.      Publicity
Adalah non-paid process yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperkenalkan produk-nya. Contoh press confers.
c.       Personal Selling
Merupakan presentasi tentang produk kepada konsumen ataupun pembeli prospektif.
d.      Sales Promotion
Merupakan ketentuan-ketentuan yang mempunyai aturan dan trial. Misalkan games, contents, gifts dll.

HUBUNGAN ANTARA STRATEGI KOMUNIKASI DAN PEMASARAN

Ungkapan "Marketing and Communication" sangat sering digunakan untuk menunjukan semua aspek dari proses pemasaran, termasuk komunikasi. Perusahaan menggunakan riset pasar untuk mengerti konsumen dan kemudian menyiapkan pesan yang akan disampaikan dalam komunikasi.

  1. Audience

Sebelum mempromosikan atau mengkomunikasikan sesuatu, kita perlu mengerti audience yang kita hadapi. Hal ini adalah alasan mengapa elemen riset dari marketing sangan diperlukan. Ketika perusahaan membangun sebuah rencana pemasaran, mereka telah mengidentifikasi segment-segment konsumen yang memiliki ketertarikan yang potensial terhadap produk dan jasa yang ditawarkan. Dari sini, satu atau target pasar yang lebih banyak telah teridentifikasi mendapatkan iklan promosi. Riset dalam target konsumen membuat pengertian yang lebih baik akan kebutuhan konsumen dan alasan mereka membeli produk tersebut.

    2. Pengembangan Pesan


Menetapkan tujuan pemasaran dan mengembangkan pesan adalah bagian kunci dari rencana pemasaran. Tujuan nya adalah meliputi pningkatkan pangsa pemasaran, mengembangkan basis pelanggan, menciptakan sikap merek yang lebih menguntungkan, mendukung pergantian/inovasi merk dan menghasilkan penjualan. Dengan tujuan untuk audience, tahap berikutnya transisi ke sisi komunikasi pemasaran adalah formulasi pesan. Perusahaan perlu membuat pelanggan yang ditargetkan terkesan dengan produk yang bermanfaat dan diinginkan serta harga yang pas.

     3. Metode Komunikasi 


Komunikasi pemasaran atau promosi biasanya berpusat di sekitar tiga unsur utama, yakni iklan, public relations dan penjualan. Beberapa perusahaan memanfaatkan semua tiga pendekatan komunikasi, sementara yang lain fokus pada satu atau dua. Iklan termasuk membayar pesan yang disajikan melalui media. Public relations dibayar-untuk liputan media. Perusahaan yang menjual high-end atau produk yang kompleks sering menggunakan penjualan profesional untuk tegas produk atau jasa yang bermanfaat bagi pelanggan. Memilih metode komunikasi yang tepat, serta media yang tepat untuk mencapai target pemirsa, membawa bobot utama dalam mencapai tujuan komunikasi. 

    4. Layanan Pelanggan 

Mempertahankan pelanggan adalah fungsi lain dari pemasaran. Ini termasuk strategi dan teknik di mana layanan dan dukungan karyawan berkomunikasi dengan pelanggan tentang pengalaman mereka dalam melayani pelanggan. Komunikasi yang menindak lanjuti keluhan pelanggan membantu memastikan penyelesaian masalah dan memungkinkan bisnis untuk belajar tentang masalah yang umum dialami oleh pelanggan. Selain itu, dukungan teknis purnajual diperlukan dengan produk yang kompleks, seperti teknologi, yang memungkinkan pelanggan untuk mendapatkan manfaat maksimal.

REFERENSI:

No comments:

Post a Comment