Wednesday, September 17, 2014

POSITIONING

Hai! Jumpa lagi... Jumpa Asti kembali... Ya disini... CiLukBa... kita bertemu lagiiiiiih....
Udah udah... ini bukan blognya Maissy... Aku cuma pake backsound nya lagu dia aja buat salam pembuka postingan aku kali ini.... Kalo mau lebih lanjut nikmatin lagunya lagi, klik DISINI.

Anak 90-an pasti inget banget nih sama lagu ini, nge-booming banget kan ya waktu itu. Sampai2 tiap hari aku dengerin ini lagi ini lagi. Nah... penjualan lagu ini tuh bisa dibilang "WAW" gitu. Kenapa bisa WAW? Karena Market Positioning lagu ini tuh jelas. Positioning??? Iya... Lagu CiLukBa yang di bawakan Maissy ini mengatakan bahwa lagu ini adalah lagu untuk anak-anak. Maissy sebagai penyanyinya pun tak lepas dari kesan "anak-anak". Untuk itu di setiap lagu-lagu Maissy selalu bertema anak-anak, dan penampilan yang ditampilkan oleh Maissy haruslah selalu cocok untuk anak-anak pada jamannya, dengan dress-dress lucu, ikat rambut dan kelincahan khas anak-anak.

Ai itu mah segelintir contoh kasus aja. Tapi emang apaansih Positioning itu? Ai aku mah udah ngebahas ini sih sebenernya di postingan sebelumnya, cek disinih. Tapi, dosen aku bilang kalo kita tuh harus lebih paham lagi masalah Positioning itu apa, untuk apa, dan bagaimana melakukannya. Biar lebih pinter gitu gais. And now... Lets begin....

POSITIONING
"You were always on my mind"
Mungkin itulah kalimat yang menggambarkan positioning secara sederhana. Karena secara kompleks, positioning adalah tindakan perusahaan untuk merancang produk dan bauran pemasaran agar dapat tercipta kesan tertentu diingatan konsumen. Sehingga dengan demikian konsumen segmen memahami dan menghargai apa yang dilakukan perusahaan dalam kaitannya dengan para pesaingnya. Bagi perusahaan tindakan untuk meneliti atau mengindentifikasi posisi pesaing dan memutuskan untuk mengambil posisi setaraf dengan posisi pesaing atau mencari kesempatan dalam pasar. Its all about perception!
Menurut Kotler (1997: 262): “Positioning is the act of designing the company’s offer so that it occupies a distinct and value placed in the target customer mind”.

Karakterstik Positioning
Tujuan dari positioning produk adalah untuk menjaga produk kita di atas pikiran pelanggan ketika mereka sedang mempertimbangkan pembelian. Untuk menjadi sukses, positioning produk harus mencapai tiga tujuan:
Perbedaan produk kita dengan produk pesaing.
Tempatkan kriteria pembelian dari pelanggan yang potensial (penting).
Mengartikulasikan dengan baik karakteristik dari kunci produk ataupun perusahaan kita.

Pesan pemasaran dan positioning memiliki banyak kesamaan.

Selama proses menghasilkan strategi positioning produk, secara berkala review-lah masing-masing dari karakteristik diatas.

Is your product positioning strategy:

Single-minded—does it convey one primary message at a time?
Meaningful—will it connect with the target audience?
Differentiating—does it contrast your strengths against the competition?
Important—is it pertinent and significant to the target audience?
Sustainable—will it resonate with the target audience well into the future?
Believable—will it ring true with the target audience?
Credible—can you clearly substantiate your claims?

Strategi Positioning
Berikut adalah daftar beberapa strategi yang dilakukan dalam Positioning. 

Against a Competitor: Posisikan produk kita secara langsung terhadap pernyataan "keunggulan" yang biasanya diperlukan kompetitor. Contoh yang memorable adalah : Avis Rental Cars’ We’re #2. We try harder.
Away from a Competitor: Memposisikan diri kita sebagai kebalikan dari pesaing dapat membantu kita mendapatkan perhatian di pasar yang didominasi oleh beberapa produk lainnya. contoh yang terkenal adalah 7-UP calling itself the Uncola.
Benefits: Strategi ini fokus pada manfaat yang ditawarkan oleh produk kita kepada target audiences. Contohnya adalah Crest toothpaste’s focus on reducing cavities (Pasta Gigi Crest fokus kepada pengurangan gigi berlubang).
Product Attributes: Menandai atribut spesifik dari produk kita bisa menjadi hal yang menarik.  Contohnya Ritz Carlton hotels focus on luxury; Motel 6 focuses on economy. (Hotel Ritz Carlton fokus pada kemewahan; Motel 6 Fokus untuk ekonomi).
Product Categories: Membandingkan produk Anda dengan produk dalam kategori yang berbeda dapat menjadi cara yang efektif untuk membedakan diri . Dalam kasus sabun yang membandingkan mereknya dengan lotion contoh , Palmolive cairan pencuci piring mengklaim bahwa akan melembutkan tangan disaat Anda mencuci piring.
• Usage Occasions: Ini merupakan salah satu tekanan saat atau bagaimana produk kita digunakan oleh target audience.Contohnya: Mobil Jeep focus untuk pengendaraan off-road.
Users: Fokus kepada keunikan karakteristik yang spesifik pengguna bisa menjadi hal yang efektif pula.

Let’s get into position

Yang membawa kesuksesan dalam Strategi Positioning harus bisa memberikan yang beda pada produk kita, men-data kriteria konsumen penting, dan mengartikulasikan atribut kunci dari produk tersebut. Untuk mencapai tiga objek ini, kita harus mengerti lebih dalam tentang:

• How your target market makes purchasing decisions
• How your competition positions their products
• What your product has to offer


 
Gambar dari sini.

Dibawah ini adalah langkah-langkah efektif yang dapat dilakukan dalam strategi Positioning.

1. Mengerti target pasar kita.
2. Mengerti pesaing kita.
3. Petakan map pembelian terhadap positioning pesaing.
4. Nilai kekuatan produk kita terhadap kriteria pembelian.
5. Analisis celah yang ada.

Kesimpulannya adalah...

The better you understand your market and competitors, the better you will be at positioning.

Nah... itulah segelintir tentang Positioning yang aku pahamin. Kamu paham ga gais setelah baca ini? Paham kan lah yah, kalo ga paham kalian bisa telpon aku kunjungin web yang aku jadiin referensi ya, nanti aku tulis diakhir postingan ini. Semoga postingan kali ini bermanfaat untuk kalian-kalian yang membutuhkannya.
Akhir kata.... Im out....


REFERENCE: http://www.otmmarketing.com/Portals/42226/docs/product_positioning.pdf



 



No comments:

Post a Comment