Tuesday, September 9, 2014

Teori Segmentation, Targeting dan Positioning

Hai, pake lagi....
Kali ini aku bakalan nge-post tentang STP..
What's STP? Surat Tanda Pernikahan? NGASAL WOY!
STP yang aku bakalan bahas da Segmentasi, Targeting dan Positioning gitu...
Ini masi berhubungan sama tugas kuliah aku, Marketing Komunikasi...
Oke selamat membacaaaaah!

Dalam ilmu marketing kita mengenal STP dan 4P sebagai strategi pemasaran produk ataupun jasa.STP adalah singkatan dari Segmentation, Targeting dan Positioning sedangkan 4P adalah singkatan dari keempat unsur dalam marketing mix, yakni Product, Price, Place dan Promotion dan udah aku bahas di sini. STP dan 4P akan selalu muncul dalam marketing, apa pun konteksnya.

Gambar dari sini.

Segmentation

Merupakan upaya memetakan atau pengelompokkan pasar dengan memilah-milahkan konsumen berdasarkan kategori-kategori tertentu.
gambar dari sini.

 By segmenting your market you can better match supply and demand. 


Targeting

Setelah memetakan pasar, tahap selanjutnya adalah Targeting. Seperti namanya, Targeting adalah membidik kelompok konsumen mana yang akan kita sasar. Targeting merupakan sebuah proses yang sangat penting karena akan menentukan siapa yang akan menjadi fokus kegiatan-kegiatan pemasaran dan ppromosi untuk membeli produk dari perusahaan.
Pemilihan suatu segmen pasar hendaknya dilakukan berdasarkan riset yang memadai dengan pertimbangan-pertimbangan yang masak.

Nah, berikut ini adalah kriteria memperoleh target market yang optimal:

a. RESPONSIF
Pasar yang dituju harus responsif  terhadap produk yang akan diluncurkan. Untuk mendapatkan respon positif maka perlu diketahui target market yang tepat sebelumnya. Responsif pasar bisa diketahui dengan bantuan riset pasar atau melakukan jajak pendapat dengan mengacu pada segmentasi pasar konsumen.
bPOTENSI PENJUALAN
Potensi ini tidak hanya dihitung dari jumlah populasi, tetapi juga ditentukan oleh daya beli dan keinginan pasar untuk memilikinya. Keinginan ini harus diciptakan dengan mempertimbangkan kesiapan pasar menerima produk tersebut, kelayakan produk, dan kemampuannya meningkatkan kepuasan konsumen. Persiapan analisa awal serta pertimbangan yang matang akan mendapatkan target potensi penjualan yang baik.
c. JANGKAUAN MEDIA
Media untuk promosi memiliki pengaruh besar terhadap tercapainya hasil optimal dari pemasaran suatu produk. Target market harus dapat dicapai dengan optimal sehingga perlu perencanaan media iklan yang tepat serta memahami karakter media tersebut.
d. SENSITIFITAS TERHADAP PASAR
Untuk menempatkan sebuah target market maka perlu selalu memantau keadaan dinamika pasar secara konsisten.

Positioning

Apabila target pasar sudah jelas, positioning adalah bagaimana kita menjelaskan posisi produk kepada konsumen. Apa beda produk kita dibandingkan kompetitor dan apa saja keunggulannya.

Untuk membangun Positioning diperlukan beberapa syarat, antara lain:

a. Kajian Konsumen
Positioning harus dipersepsi positif oleh konsumen menjadi “reason to believe”(alasan untuk dipercaya) yang memicu pembelian. Hal ini terjadi bila positioning dapat mendeskripsikan value yang dimiliki.
b. Perusahaan Produsen
Kapabilitas dan kekuatan internal perusahaan. Jangan memberi janji melampaui kemampuan yang dapat dilakukan.
c. Kompetitor
Positioning harus bersifat unik sehingga dapat membedakan diri dengan para pesaing. Ada kalanya pesaing itu dapat membawa efek positif dalam suatu bisnis, dengan adanya pesaing kita dapat semakin memacu efektifitas dari produk kita agar tidak kalah bersaing.
d. Perubahaan
Positioning harus berkelanjutan dengan selalu relevan dengan berbagai perubahan bisnis, perilaku, budaya, dan lainnya.

Berikut merupakan dasar dari positioning sebuah jasa:

a. Relability ( tahan uji )
b. Assurance ( jaminan )
c.  Tangibles ( bukti yang nyata )
d. Emphaty ( perasaan )
e. Responsiveness ( pertanggung jawaban)
Selanjutnya ada dasar dari Positioning agar bisa diterima pada masyarakat, yaitu:
a. Melalui Karakteristik Produk
Suatu produk dapat diterima didalam masyarakat apabila produk tersebut memiliki karakteristik yang jelas dalam segi karakter yang dimilikinya dan  mudah dikenali oleh konsumen.
b. Melalui Pengutamaan Harga
Pengiklan memilih harga yang murah sebagai hal yang ditonjolkan, pengiklan maupun biro iklan harus berhati-hati dengan strategi penonjolan harga ini karena untuk konsumen harga sering diasosiasikan dengan mutu.
c. Melalui Pengutamaan Penggunanan Produk
Pengiklan harus memilih kegunaan khusus dari produknya untuk memposisikan diri. Suatu produk biasanya dikaitkan dengan kegunaan khusus.
d. Melalui Kelas Pemakai Produk
Memposisikan produk dalam suatu kelas tertentu.
e. Melalui Kelas Produk
Beberapa produk yang “terjepit” perlu melakukan keputusan positioning yang kritis dengan mengaitkan pada kelas yang bersangkutan.
f. Melalui Simbol Kultur / Budaya
Simbol yang dijadikan identifikasi ini memiliki arti penting bagi konsumen. Simbol ini tidak digunakan oleh pesaing lainnya.
g. Melalui Kompetitor
Proses  menjadikan produknya no.1 dibandingkan dengan pesaingnya yang nomor 2. Secara budaya tipe ini kurang etis di Indonesia, tapi sudah mulai terlihat meski tidak secara terang-terangan menyebutkan merek.

Well, thats it all my friend. Now im going back to your heart my other task, IYA... OTHER TASK... Jadi mahasiswa semester 3 itu sibuknya pake banget! Untuk Minggu ini aja hampir setiap hari nya selalu ada tugas, Pusing pala Barbie... Tapi yaudahlahyah aku tau ini bukan postingan buat aku curhat, jadi kamu jangan masang muka bete gitu deh... 
Semoga postingan kali ini ada manfaat dan ada barokahnya yah....
Im out....

References:
http://www.consumerpsychologist.com/cb_Segmentation.html
http://imvina.wordpress.com/2011/10/03/target-marketing/

No comments:

Post a Comment