Friday, December 19, 2014

PR dan Advertising

Pada hakekatnya Public Relations ini merupakan metode komunikasi yang meliputi berbagai teknik komunikasi. Dimana didalam kegiatannya terdapat suatu usaha untuk mewujudkan hubungan yang harmonis antara suatu badan / perusahaan dengan publiknya. Dengan demikian dapat disimpulkan, bahwa Public Relations merupakan suatu fungsi management. Disini diciptakan suatu aktifitas untuk membina dan memelihara sikap budi yang menyenangkan bagi suatu lembaga/ perusahaan disuatu pihak dengan public dipihak lain.


Public relation adalah fungsi khusus manajemen yang membantu membangun dan memelihara komunikasi bersama, pengertian, dukungan, dan kerjasama antara organisasi dan publik, melibatkan masalah manajemen, membantu manajemen untuk mengetahui dan merespon opini publik, menjelaskan dan menekankan tanggung jawab manajemen untuk melayani minat publik, membantu manajemen untuk tetap mengikuti dan memanfaatkan perubahan secara efektif, berguna sebagai sistem peringatan awal untuk membantu mengantisipasi tren, dan menggunakan penelitian dan teknik suara yang layak dalam komunikasi sebagai alat utama (Maria, 2002). Dalam buku dasar-dasar public relation (Wilcox dan Cameron,2006,p.5) juga mengatakan bahwa “public relations is a management function, of a continuing and planned character, through which public and private organizations and institutions seek to win and retain the understanding, sympathy, and support of those with whom there are or maybe concerned by evaluating public opinion about themselves, in order to correlate, as far as possible their own policies and procedures, to achieve by planned and widespread information more productive corporation and more efficient fulfillment of their common interests”. yang kurang lebih memiliki arti public relations merupakan fungsi manajemen dari sikap budi yang direncanakan dan dijalankan secara berkesinambungan oleh organisasi atau lembaga umum dan swasta untuk memperoleh dan membina saling pengertian, simpati dan dukungan dari mereka yang mempunyai hubungan atau kaitan, dengan cara mengevaluasi opini publik mengenai organisasi atau lembaga tersebut, dalam rangka mencapai kerjasama yang lebih produktif, dan untuk memenuhi kepentingan bersama yang lebih efisien, dengan kegiatan penerangan yang terencana dan tersebar luas.



Tujuan Public Relation

Tujuan utama dari public relation adalah mempengaruhi perilaku orang secara individu maupun kelompok saat saling berhubungan, melalui dialog dengan semua golongan, dimana persepsi, sikap dan opininya penting terhadap suatu kesuksesan sebuah perusahaan (Davis, 2003).

Menurut Rosady Ruslan (2001, p.246) tujuan public relation adalah sebagai berikut:
a. Menumbuhkembangkan citra perusahaan yang positif untuk publik eksternal atau masyarakat dan konsumen.
b. Mendorong tercapainya saling pengertian antara publik sasaran dengan perusahaan.
c. Mengembangkan sinergi fungsi pemasaran dengan public relation.
d. Efektif dalam membangun pengenalan merek dan pengetahuan merek.
e. Mendukung bauran pemasaran.

Jefkins (2003, p.54) mendefinisikan dari sekian banyak hal yang bisa dijadikan tujuan public relation sebuah perusahaan, beberapa diantaranya yang pokok adalah sebagai berikut:
a. Untuk mengubah citra umum di mata masyarakat sehubungan dengan adanya kegiatan-kegiatan baru yang dilakukan oleh perusahaan.
b. Untuk meningkatkan bobot kualitas para calon pegawai.
c. Untuk menyebarluaskan suatu cerita sukses yang telah dicapai oleh perusahaan kepada masyarakat dalam rangka mendapatkan pengakuan.
d. Untuk memperkenalkan perusahaan kepada masyarakat luas, serta membuka pangsa pasar baru.
e. Untuk mempersiapkan dan mengkondisikan masyarakat bursa saham atas rencana perusahaan untuk menerbitkan saham baru atau saham tambahan.
f. Untuk memperbaiki hubungan antar perusahaan itu dengan masyarakatnya, sehubungan dengan telah terjadinya suatu peristiwa yang mengakibatkan kecaman, kesangsian, atau salah paham di kalangan masyarakat terhadap niat baik perusahaan.
g. Untuk mendidik konsumen agar mereka lebih efektif dan mengerti dalam memanfaatkan produk-produk perusahaan.
h. Untuk meyakinkan masyarakat bahwa perusahaan mampu bertahan atau bangkit kembali setelah terjadinya suatu krisis.
i. Untuk meningkatkan kemampuan dan ketahanan perusahaan dalam menghadapi resiko pengambilalihan oleh pihak lain.
j. Untuk menciptakan identitas perusahaan yang baru.
k. Untuk menyebarluaskan informasi mengenai aktivitas dan partisipasi para pimpinan perusahaan organisasi dalam kehidupan sosial sehari-hari.
l. Untuk mendukung keterlibatan suatu perusahaan sebagai sponsor dari suatu acara.
m. Untuk memastikan bahwa para politisi benar-benar memahami kegiatan-kegiatan atau produk perusahaan yang positif, agar perusahaan yang bersangkutan terhindar dari peraturan, undang-undang, dan kebijakan pemerintah yang merugikan.
n. Untuk menyebarluaskan kegiatan-kegiatan riset yang telah dilakukan perusahaan, agar masyarakat luas mengetahui betapa perusahaan itu mengutamakan kualitas dalam berbagai hal.
Secara keseluruhan tujuan dari public relation adalah untuk menciptakan citra baik perusahaan sehingga dapat menghasilkan kesetiaan publik terhadap produk yang ditawarkan oleh perusahaan (Mulyana, 2007). Selain itu public relation bertujuan untuk menciptakan, membina dan memelihara sikap budi yang menyenangkan bagi lembaga atau organisasi di satu pihak dan dengan publik di lain pihak dengan komunikasi yang harmonis dan timbal balik (Maria, 2002).


Fungsi Public Relation

Menurut Maria (2002, p.31), “public relation merupakan satu bagian dari satu nafas yang sama dalam organisasi tersebut, dan harus memberi identitas organisasinya dengan tepat dan benar serta mampu mengkomunikasikannya sehingga publik menaruh kepercayaan dan mempunyai pengertian yang jelas dan benar terhadap organisasi tersebut”. Hal ini sekedar memberikan gambaran tentang fungsi public relation yaitu:
1. Kegiatan yang bertujuan memperoleh itikad baik, kepercayaan, saling adanya pengertian dan citra yang baik dari publik atau masyarakat pada umumnya.
2. Memiliki sasaran untuk menciptakan opini publik yang bisa diterima dan menguntungkan semua pihak.
3. Unsur penting dalam manajemen guna mencapai tujuan yang spesifik, sesuai harapan publik, tetapi merupakan kekhasan organisasi atau perusahaan. Sangat penting bagaimana organisasi memiliki warna, budaya, citra, suasana, yang kondusif dan menyenangkan, kinerja meningkat, dan produktivitas bisa dicapai secara optimal.
4. Usaha menciptakan hubungan yang harmonis antara organisasi atau perusahaan dengan publiknya, sekaligus menciptakan opini publik sebagai efeknya, yang sangat berguna sebagai input bagi organisasi atau perusahaan yang bersangkutan.
Dapat disimpulkan bahwa public relation lebih berorientasi kepada pihak perusahaan untuk membangun citra positif perusahaan, dan hasil yang lebih baik dari sebelumnya karena mendapatkan opini dan kritik dari konsumen. Tetapi jika fungsi public relation yang dilaksanakan dengan baik benar-benar merupakan alat yang ampuh untuk memperbaiki, mengembangkan peraturan, budaya organisasi, atau perusahaan, dan suasana kerja yang kondusif, serta peka terhadap karyawan, maka diperlukan pendekatan khusus dan motivasi
dalam meningkatkan kinerjanya. Dengan singkat dapat dikatakan bahwa fungsi public relation adalah memelihara, mengembangtumbuhkan, mempertahankan adanya komunikasi timbal balik yang diperlukan dalam menangani, mengatasi masalah yang muncul, atau meminimalkan munculnya masalah (Black, 2002).


ADVERTISING

Advertising adalah usaha yang bergerak di bidang periklanan. Advertising tidak akan pernah lepas dari ide. Karena dari ide inilah suatu iklan menjadi bernilai. Advertising menyediakan jasa pembuatan konsep, percetakan serta penempatan iklan, tergantung dengan jenis usaha advertising. Seiring dengan pesatnya dunia bisnis dan usaha, advertising dapat menjadi salah satu alternatif usaha, karena hampir semua perusahaan membutuhkan jasa periklanan. Bahkan, biasanya dalam suatu perusahaan, marketing adalah hal yang paling utama. Jadi, pangsa pasar untuk usaha advertising sangat luas. Dalam hal keuangan, advertising tidak membutuhkan banyak modal, karena fungsinya hanya sebagai distributor dengan mengandalkan kreatifitas. Advertising hanya memberikan ide ide kreatif pada produk iklan.
Perkembangan dunia usaha yang semakin pesat membuka pintu bisnis untuk membuka usaha di bidang periklanan. Dengan berbagai produk yang bisa dibuat, maka adverstising mampu memberikan pilihan bagi marketing untuk masuk ke dalam pasar. Contoh produk advertising adalah sticker, pin, poster, flyer, spanduk, x-banner, roll banner, one way vision, blocknote,
Usaha advertising dapat dimulai dengan berjualan produk advertising yang kecil – kecil seperti stiker, pin, atau mug. Hal ini dapat dilakukan dengan tanpa modal, yaitu dengan teknik pre-order. Jadi sebelum barang itu dicetak atau dibuat, calon pembeli diberikan sampel desain terlebih dahulu untuk meminimalisir kerugian. Setelah calon pembeli memilih desain yang ingin dicetak, maka calon pembeli harus membayar penuh didepan agar dapat segera dicetak.
Anda dapat menawarkan hasil desain anda ke teman – teman anda, saudara, atau bahkan masuk ke instansi instansi besar. Semakin banyak link ke instansi, semakin besar kemungkinan anda mendapatkan pelanggan atau returning user. Dan semakin besar pula pasar untuk anda.
Usaha advertising dapat dikembangkan menjadi lebih luas lagi dengan fokus pada salah satu produk, contohnya buku angkatan. Usaha advertising yang fokus pada buku tahunan mempunyai prospek yang lebih besar lagi, karena hampir setiap sekolah pada masa kelulusan pasti membuat buku angkatan. Dengan bermodal keahlian desain dan fotografi, anda dapat mengembangkan usaha advertising fokus ke pembuatan buku angkatan.
Kendala Advertising
1. Pasar
Mudahnya orang memulai bisnis ini, maka pasar pun semakin sempit karena semakin banyaknya pesaing yang ada. Bahkan tidak jarang usaha advertising yang gulung tikar karena kalah bersaing.
2. Permodalan
permodalan ini sangat mempengaruhi persaingan, terutama di jogja, karena advertising hanya sebagai penghubung antara user dengan percetakan. banyak
percetakan yang mem-'by pass' langsung ke user, sehingga persaingan tidak hanya terjadi antar perusahan advertising, namun juga dengan percetakan.
Solusi
1. Mengatasi pangsa pasar
Pangsa pasar di Jogja sudah sangat sedikit, ini di karenakan menjamurnya usaha advertising di jogja. Sehingga, lebih baik ekstensifikasi ke luar kota daripada harus intensifikasi di dalam kota. kecuali, sudah memiliki relasi relasi pasar yang sudah pasti.
2. Mengatasi Permodalan
untuk mendirikan usaha advertising memang tidak dibutuhkan modal yang besar, namun karena persaingan pasar yang ketat, maka dibutuhkan finansial yang kuat di awal. hal ini dapat diatasi dengan memperbanyak relasi pasar dan relasi percetakan.
Tips and Trick
Saat ingin mendirikan perusahaan advertising dengan modal minim (atau nol), maka dibutuhkan usaha keras dan tentunya pantang menyerah. Berikut tips dan trick di awal usaha advertising.
1) Perbanyak link, terutama ke percetakan dan user.
2) Usahakan user puas dengan hasil kerja anda. Perbanyak returning-user.
3) Berikan kepercayaan kepada pemilik modal (jika anda meminjam modal).
4) Promosikan usaha anda sebelum anda mempromosikan milik orang lain.

Sources:
http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/07/public-relation-definisi-fungsi-dan.html
http://malikaglobalmedia.blogspot.com/2012/10/advertising-adalah-usaha-yang-bergerak.html

No comments:

Post a Comment