Wednesday, September 24, 2014

Merek

Ini masih soal perasaan aku untuk kamu tugas Marketing Communication nya aku loh guys....
Iya... masih TUGAS... postingan yang tentang kamu CURHATAN aku nya menyusul lah ya....
Oh iya, lupa bilang HAI!!! Oke, HAI... aku balik lagi mau ngomongin masalah MEREK alias BRAND alias TRADEMARK...

Iya... Merek... Om Philip Kotler (2000 : 404) sempat menyatakan bahwa: “Merek adalah tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan dan jasa.” Hal ini sama kaya isi Undang-Undang No. 15 Tahun 2001 Bab 1 Pasal 1 Ayat 1.

Kalo kata Om David Aaker (dalam Amin Wijaja (2005:10), merek adalah sebuah nama ataupun simbol yang bertujuan untuk membedakankan dan mengidentifikasi barang atau jasa dari salah satu penjual ataupun sekelompok penjual yang merupakan pesaing mereka. Selain itu sebuah merek juga dapat menjadi sebuah sinyal bagi pelanggan atas sebuah produk, dan melindungi baik pelanggan maupun produsen dari pesaing yang akan berusaha untuk menyediakan produk identik yang akan muncul.

Pada intinya, merek adalah sebuah janji kepada konsumen. Apa yang akan konsumen dapatkan ketika mereka membeli produk atau jasa di bawah naungan merek Anda? Janji sebuah merek dapat menggabungkan lebih dari sekedar produk dan layanan nyata. Ini juga mencakup perasaan apa yang akan konsumen dapatkan ketika mereka menggunakan produk dan jasa Anda.

Menurut Djaslim Saladin (2003 : 84) ada empat bagian  merek :
  1. Nama merek (brand name), adalah sebagian dari merek dan yang dapat diucapkan.
  2. Tanda merek (brand sign), adalah sebagian dari merek yang dapat dikenal namun tidak dapat diucapkan, seperti misalnya lambang, desain, huruf, atau warna khusus.
  3. Tanda merek dagang (trade mark), adalah merek atau sebagian dari merek yang dilindungi oleh hokum karena kemampuannya untuk menghasilkan sesuatu yang istimewa. Tanda dagang ini melindungi penjualan dengan hak istimewanya untuk menggunakan nama merek dan atau tanda merek.
  4. Hak cipta  (Copyright), adalah hak istimewa yang dilindungi oleh undang-undang untuk memproduksi, menerbitkan, dan menjual karya tulis, karya musik atau karya seni.
Merek terbaik akan memberikan jaminan kualitas. Namun pemberian nama atau merek pada suatu produk handaknya tidak hanya merupakan suatu simbol, karena merek memiliki enam tingkat pengertian:
  • Atribut Produk
    Merek mengingatkan pada atribut-atribut tertentu, seperti halnya kualitas, gengsi, nilai jual kembali, desain dan lain-lain. Contohnya, Mercedes menyatakan sesuatu yang mahal, produk yang dibuat dengan baik, terancang baik, tahan lama, bergengsi tinggi, nilai jual kembali tinggi, cepat dan lain-lain. Perusahaan dapat memberikan satu atau lebih atribut-atribut ini atau untuk mengiklankan produknya.
  • ManfaatMerek tidak hanya serangkaian atribut. Pelanggan tidak memberi atribut, tetapi mereka membeli manfaat. Atribut diberikan untuk dikembangkan menjadi manfaat fungsional atau emosional.
  • NilaiMerek juga menyatakan sesuatu tentang nilai produsen.Contohnya, Mercedes menyatakan produk yang kinerja tinggi, aman, bergengsi, dan lain-lain. Dengan demikian produsen Mercedes juga mendapat nilai tinggi di mata masyarakat. Maka, produsen harus dapat mengetahui kelompok pembeli mobil yang mana mencari niai-nilai ini.
  • BudayaMerek juga mewakili budaya tertentu. Contohnya, Mercedes mencerminkan budaya Jerman yang terorganisasi, konsisten, tingkat keseriusan tinggi, efesien, dan berkualitas tinggi.
  • KepribadianMerek juga mencerminkan kepribadian tertentu. Sering kali produk tertentu mengunakan kepribadian orang yang terkenal untuk mendongkrak atau menopang merek produkya.
  • PemakaiMerek menunjukkan jenis konsumen yang membeli atau menggunakan produk tersebut. Kebayakan pemakai adalah orang-orang yang menghargai nilai budaya dan kepribadian produk tersebut. Misalnya Mercedes pada umumnya diasosikan dengan orang kaya, kalangan manajer puncak, dan sebagainya.
Merk dapat dipahami lebih dalam pada tiga hal berikut ini :

  1. Contoh brand name (nama) : nintendo, aqua, bata, rinso, kfc, acer, windows, toyota, zyrex, sugus, gery, bagus, mister baso, gucci, c59, dan lain sebagainya.
  2. Contoh mark (simbol) : gambar atau simbol sayap pada motor honda, gambar jendela pada windows, gambar kereta kuda pada california fried chicken (cfc), simbol orang tua berjenggot pada brand orang tua (ot) dan kentucky friend chicken (kfc), simbol bulatan hijau pada sony ericsson, dan masih banyak contoh-contoh lainnya yang dapat kita temui di kehidupan sehari-hari.
  3. Contoh trade character (karakter dagang) : ronald mcdonald pada restoran mcdonalds, si domar pada indomaret, burung dan kucing pada produk makanan gery, dan lain sebagainya.
Jenis-Jenis Dan Macam-Macam Merk
Jenis-jenis terdiri dari beberapa macam yakni :

Manufacturer Brand
Manufacturer brand atau merek perusahaan adalah merek yang dimiliki oleh suatu perusahaan yang memproduksi produk atau jasa. Contohnya seperti soffel, capilanos, ultraflu, so klin, philips, tessa, benq, faster, nintendo wii, vit, vitacharm, vitacimin, dan lain-lain.

Private brand atau merek pribadi adalah merek yang dimiliki oleh distributor atau pedagang dari produk atau jasa seperti zyrex ubud yang menjual laptop cloud everex, hipermarket giant yang menjual kapas merek giant, carrefour yang menjual produk elektrinik dengan merek bluesky, supermarket hero yang menjual gula dengan merek hero, dan lain sebagainya.

Ada juga produk generik yang merupakan produk barang atau jasa yang dipasarkan tanpa menggunakan merek atau identitas yang membedakan dengan produk lain baik dari produsen maupun pedagang. Contoh seperti sayur-mayur, minyak goreng curah, abu gosok, buah-buahan, gula pasir curah, bunga, tanaman, dan lain sebagainya.

Merk terdiri dari 3 (Tiga) macam Berdasarkan Undang-Undang No. 15 Tahun 2001, yaitu :


a) Merk Dagang
Merk yang digunakan pada barang yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan dengan barang-barang sejenis lainnya.(Pasal 1 angka (2) Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 Tentang Merk)
b) Merk Jasa :
Merk yang digunakan pada jasa yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan dengan jasa-jasa sejenis lainnya. (Pasal 1 angka (3) Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 Tentang Merk)
c) Merk Kolektif :
Merk yang digunakan pada barang dan/atau jasa dengan karakteristik yang sama yang diperdagangkan oleh beberapa orang atau badan hukum secara bersama-sama untuk membedakan dengan barang dan/atau jasa sejenis lainnya. (Pasal 1 angka (4) Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 Tentang Merk)

Strategi Merek / Merk (Brand Strategies)
Produsen, distributor atau pedagang pengecer dapat melakukan strategi merek sebagai berikut di bawah ini :

  1. Individual Branding / Merek Individu
    Individual branding adalah memberi merek berbeda pada produk baru seperti pada deterjen surf dan rinso dari unilever untuk membidik segmen pasar yang berbeda seperti halnya pada wings yang memproduksi deterjen merek so klin dan daia untuk segmen pasar yang beda.
  2. Family Branding / Merek Keluarga
    Family branding adalah memberi merek yang sama pada beberapa produk dengan alasan mendompleng merek yang sudah ada dan dikenal mesyarakat. Contoh famili branding yakni seperti merek gery yang merupakan grup dari garudafood yang mengeluarkan banyak produk berbeda dengan merek utama gery seperti gery saluut, gery soes, gery toya toya, dan lain sebagainya. Contoh lain misalnya yaitu seperti motor suzuki yang mengeluarkan varian motor suzuki smash, suzuki sky wave, suzuki spin, suzuki thunder, suzuki arashi, suzuki shodun ,suzuki satria, dan lain-lain.
Nah... Udah pegel belum guys bacanya? Aku ga mau tulisan kali ini ga ada abis-abisnya kaya perasaan aku buat kamu. Tapi, selain MEREK ini, ada lagi yang namanya Brand Equity, Brand Building sama Brand Awarness loh guys... Nah biar ini postingan engga sepanjang perjuangan aku untuk mendapatkanmu kereta 10 gerbong, aku bakal lanjutin mereka DISINI. INGET! Klik DISINI. Atuh belajar mah ga boleh setengah-setengah, makanya jangan lupa buat klik DISINI ya.... Samphai jumpaaaah :")

REFERENCES :
http://ilmumanajemenpemasaran.wordpress.com/artikel/merek/definis-merek/http://www.fourseasonnews.com/2014/01/pengertian-merek-brand-menurut-para-ahli.htmlhttps://aytm.com/blog/research-junction/branding-factors/http://sulajadech.wordpress.com/2011/06/13/makalah-tentang-merk/

Brand Equity, Brand Awareness, And Brand Building

Eh... udah disini aja... Aku ada di hati kamu postingan kali ini sebagai lanjutan dari yang INI. Iya, yang INI... Mari di klik dulu yang INI biar gabingung baca yang ini loh guys... Di postingan yang INI, aku ngebahas tentang MEREK. So, sebelum kalian lanjut kebawah, kalian harus klik DISINI dulu biar ga keputus-putus belajarnya... Katanya mau jadi anak pinter kan... Klik DISINI dulu ya sebelum lanjut :)
Tapi untuk mempermudah aku posting yang ini dibawah postingan yang INI ko, so kalian akan beruntun bacanya #AstiAnakPinter #PinterNyusunBiarGaBingung #AstiSiPenunjukArah #Apaansi
Well... seperti janji aku dipostingan sebelumnya, aku akan ngebahas Brand Equity, Brand Building, dan Brand Awareness... Selamat membacaaaaaa.....

Memahami kebutuhan dan keinginan konsumen serta pelanggan adalah inti dari ilmu marketing. Maka dalam menciptakan dan mengelola brand equity, kita seharusnya bisa menyadari betapa penting faktor pelanggan. Dengan demikian, customer-based brand equityberguna agar suatu brand bisa memiliki ciri khas dan mempunyai arti tersendiri bagi pelanggan.

Sebuah brand dikatakan mempunyai customer-based brand equity yang bagus apabila pelanggan memberikan respons lebih positif terhadap suatu brand atau produk yang dipasarkan. Kunci dari branding adalah konsumen bisa membedakan produk kita dengan jelas apabila dibandingkan dengan produk pesaing.

Menurut Susanto dan Wijanarko (2004), dalam menghadapi persaingan yang ketat, merek yang kuat merupakan suatu pembeda yang jelas, bernilai, dan berkesinambungan, menjadi ujung tombak bagi daya saing perusahaan dan sangat membantu dalam strategi pemasaran.

Menurut Om Kotler dan Om Armstrong (2004), “Brand equity is the positive differential effect that knowing the brand name has on customer response to the product or service” (p. 292).
Artinya ekuitas merek adalah efek diferensiasi yang positif yang dapat diketahui dari respon konsumen terhadap barang atau jasa.
Jadi brand equity adalah kekuatan suatu brand yang dapat menambah atau mengurangi nilai dari brand itu sendiri yang dapat diketahui dari respon konsumen terhadap barang atau jasa yang dijual.

Menurut Soehadi (2005), kekuatan suatu merek (brand equity) dapat diukur berdasarkan 7 indikator, yaitu:
1. Leadership: kemampuan untuk mempengaruhi pasar, baik harga maupun atribut non-harga.
2. Stability: kemampuan untuk mempertahankan loyalitas pelanggan.
3. Market: kekuatan merek untuk meningkatkan kinerja toko atau distributor.
4. Internationality: kemampuan merek untuk keluar dari area geografisnya atau masuk ke negara atau daerah lain.
5. Trend: merek menjadi semakin penting dalam industri.
6. Support: besarnya dana yang dikeluarkan untuk mengkomunikasikan merek.
7. Protection: merek tersebut mempunyai legalitas (p. 147).

STRUKTUR BRAND EQUITY
a. Brand awareness
Beberapa pengertian brand awareness adalah sebagai berikut:
Brand awareness adalah kesanggupan seorang calon pembeli untuk mengenali atau mengingat kembali bahwa suatu merek merupakan bagian dari kategori merek tertentu.
Menurut East (1997), “Brand awareness is the recognition and recall of a brand and its differentiation from other brands in the field” (p. 29).
Artinya brand awareness adalah pengakuan dan pengingatan dari sebuah merek dan pembedaan dari merek yang lain yang ada di lapangan.
Jadi brand awareness adalah kemampuan konsumen untuk mengingat suatu brand dan yang menjadikannya berbeda bila dibandingkan dengan brand lainnya.

Ada 4 tingkatan brand awareness yaitu:
1. Unaware of brand (tidak menyadari merek)
Merupakan tingkat yang paling rendah dalam piramida kesadaran merek, dimana konsumen tidak menyadari akan adanya suatu merek.
2. Brand recognition (pengenalan merek)
Tingkat minimal dari kesadaran merek. Hal ini penting pada saat seorang pembeli memilih suatu merek pada saat melakukan pembelian.
3. Brand recall (pengingatan kembali terhadap merek)
Pengingatan kembali terhadap merek didasarkan pada permintaan seseorang untuk menyebutkan merek tertentu dalam suatu kelas produk.
Hal ini diistilahkan dengan pengingatan kembali tanpa bantuan, karena berbeda dari tugas pengenalan, responden tidak perlu dibantu untuk memunculkan merek tersebut.
4. Top of mind (puncak pikiran)
Apabila seseorang ditanya secara langsung tanpa diberi bantuan pengingatan dan orang tersebut dapat menyebutkan satu nama merek, maka merek yang paling banyak disebutkan pertama kali merupakan puncak pikiran. Dengan kata lain, merek tersebut merupakan merek utama dari berbagai merek yang ada di dalam benak konsumen.

Ada 4 indikator yang dapat digunakan untuk mengetahui seberapa jauh konsumen aware terhadap sebuah brand antara lain:
1. Recall yaitu seberapa jauh konsumen dapat mengingat ketika ditanya merek apa saja yang diingat.
2. Recognition yaitu seberapa jauh konsumen dapat mengenali merek tersebut termasuk dalam kategori tertentu.
3. Purchase yaitu seberapa jauh konsumen akan memasukkan suatu merek ke dalam alternatif pilihan ketika akan membeli produk/layanan.
4. Consumption yaitu seberapa jauh konsumen masih mengingat suatu merek ketika sedang menggunakan produk/layanan pesaing.
b. Perceived quality
c. Brand association
d. Brand loyalty
e. Other proprietary brand assets

Sedangkan menurut Kim dan Kim (2004), brand equity meliputi 4 hal, antara lain loyalitas merek, perceived quality, citra merek, dan brand awareness.
Nah, biar engga memperpanjang tulisan kali ini, aku hanya mau ambil dan fokus di Brand Awareness aja, selebihnya kamu orang bisa baca DISINI.

And the next is Brand Building...
BRAND BUILDING

Brand Building dapat diartikan sebagai usaha untuk menjalin ikatan emosional antara konsumen dan perusahaan yang memproduksinya.
Membangun brand seperti apa dan bagaimana ke dalam pasar menjadi sangat penting karena menyangkut beberapa hal sebagai berikut :
1. Emosi konsumen yang terkadang turun naik terhadap brand
2. Brand yang kuat akan mampu menembus setiap pagar budaya dan pasar. Ia mampu diterima seluruh budaya didunia
3. Kemampuan suatu brand untuk berinterkasi dengan konsumennya. Semakin kuat suatu merek, makin kuat pula interaksinya dengan konsumen dan makin banyak brand association (asosiasi merek) yang terbentuk memiliki kualitas dan kuantitas yang kuat, potensi ini akan meningkatkan brand image (citra merek)
4. Dapat. mempengaruhi perilaku konsumen
5. Sebagai pembeda dengan produk lain yang dapat memudah konsumen dalam memilih produk sejenis
6. Merupakan aset perusahaan

Brand yang baik akan senantiasa menjalankan fungsinya dengan baik pulan. Lalu bagaimana dengan fungsi brand itu sendiri ketika sudah memasuki pasar dan bertemu dengan konsumennya.
Fungsi dari Brand untuk konsumen menurut (Kapferer 1977) adalah sebagai berikut :
1. Identification
To be clearly seen, to make sense of the offer, to quickly identify the sought-after products.
2. Practically
To allow savings of time and energy through identical repurchasing and loyalty.
3. Guarantee
To be sure of finding the same quality no matter where or when you buy the product or service.
4. Optimization
To be sure of buying the best product in its category, the best performer for a particular purpose.
5. Characterization
To have confirmation of your self-image or the image that you present to others.
6. Continuity
Satisfaction brought about through familiarity and intimacy with the brand that you have been consuming for years.
7. Hedonistic
Satisfaction linked to the attractiveness of the brand, to its logo, to its communication.
8. Ethical
Satisfaction linked to the responsible behavior of the brand in its relationship towards society.

Gimana gimana??? udah paham kan yes??? Udah yess... aku sudahi sampai disini aja perjumpaan kita... Bye!


REFERENCES:

Wednesday, September 17, 2014

POSITIONING

Hai! Jumpa lagi... Jumpa Asti kembali... Ya disini... CiLukBa... kita bertemu lagiiiiiih....
Udah udah... ini bukan blognya Maissy... Aku cuma pake backsound nya lagu dia aja buat salam pembuka postingan aku kali ini.... Kalo mau lebih lanjut nikmatin lagunya lagi, klik DISINI.

Anak 90-an pasti inget banget nih sama lagu ini, nge-booming banget kan ya waktu itu. Sampai2 tiap hari aku dengerin ini lagi ini lagi. Nah... penjualan lagu ini tuh bisa dibilang "WAW" gitu. Kenapa bisa WAW? Karena Market Positioning lagu ini tuh jelas. Positioning??? Iya... Lagu CiLukBa yang di bawakan Maissy ini mengatakan bahwa lagu ini adalah lagu untuk anak-anak. Maissy sebagai penyanyinya pun tak lepas dari kesan "anak-anak". Untuk itu di setiap lagu-lagu Maissy selalu bertema anak-anak, dan penampilan yang ditampilkan oleh Maissy haruslah selalu cocok untuk anak-anak pada jamannya, dengan dress-dress lucu, ikat rambut dan kelincahan khas anak-anak.

Ai itu mah segelintir contoh kasus aja. Tapi emang apaansih Positioning itu? Ai aku mah udah ngebahas ini sih sebenernya di postingan sebelumnya, cek disinih. Tapi, dosen aku bilang kalo kita tuh harus lebih paham lagi masalah Positioning itu apa, untuk apa, dan bagaimana melakukannya. Biar lebih pinter gitu gais. And now... Lets begin....

POSITIONING
"You were always on my mind"
Mungkin itulah kalimat yang menggambarkan positioning secara sederhana. Karena secara kompleks, positioning adalah tindakan perusahaan untuk merancang produk dan bauran pemasaran agar dapat tercipta kesan tertentu diingatan konsumen. Sehingga dengan demikian konsumen segmen memahami dan menghargai apa yang dilakukan perusahaan dalam kaitannya dengan para pesaingnya. Bagi perusahaan tindakan untuk meneliti atau mengindentifikasi posisi pesaing dan memutuskan untuk mengambil posisi setaraf dengan posisi pesaing atau mencari kesempatan dalam pasar. Its all about perception!
Menurut Kotler (1997: 262): “Positioning is the act of designing the company’s offer so that it occupies a distinct and value placed in the target customer mind”.

Karakterstik Positioning
Tujuan dari positioning produk adalah untuk menjaga produk kita di atas pikiran pelanggan ketika mereka sedang mempertimbangkan pembelian. Untuk menjadi sukses, positioning produk harus mencapai tiga tujuan:
Perbedaan produk kita dengan produk pesaing.
Tempatkan kriteria pembelian dari pelanggan yang potensial (penting).
Mengartikulasikan dengan baik karakteristik dari kunci produk ataupun perusahaan kita.

Pesan pemasaran dan positioning memiliki banyak kesamaan.

Selama proses menghasilkan strategi positioning produk, secara berkala review-lah masing-masing dari karakteristik diatas.

Is your product positioning strategy:

Single-minded—does it convey one primary message at a time?
Meaningful—will it connect with the target audience?
Differentiating—does it contrast your strengths against the competition?
Important—is it pertinent and significant to the target audience?
Sustainable—will it resonate with the target audience well into the future?
Believable—will it ring true with the target audience?
Credible—can you clearly substantiate your claims?

Strategi Positioning
Berikut adalah daftar beberapa strategi yang dilakukan dalam Positioning. 

Against a Competitor: Posisikan produk kita secara langsung terhadap pernyataan "keunggulan" yang biasanya diperlukan kompetitor. Contoh yang memorable adalah : Avis Rental Cars’ We’re #2. We try harder.
Away from a Competitor: Memposisikan diri kita sebagai kebalikan dari pesaing dapat membantu kita mendapatkan perhatian di pasar yang didominasi oleh beberapa produk lainnya. contoh yang terkenal adalah 7-UP calling itself the Uncola.
Benefits: Strategi ini fokus pada manfaat yang ditawarkan oleh produk kita kepada target audiences. Contohnya adalah Crest toothpaste’s focus on reducing cavities (Pasta Gigi Crest fokus kepada pengurangan gigi berlubang).
Product Attributes: Menandai atribut spesifik dari produk kita bisa menjadi hal yang menarik.  Contohnya Ritz Carlton hotels focus on luxury; Motel 6 focuses on economy. (Hotel Ritz Carlton fokus pada kemewahan; Motel 6 Fokus untuk ekonomi).
Product Categories: Membandingkan produk Anda dengan produk dalam kategori yang berbeda dapat menjadi cara yang efektif untuk membedakan diri . Dalam kasus sabun yang membandingkan mereknya dengan lotion contoh , Palmolive cairan pencuci piring mengklaim bahwa akan melembutkan tangan disaat Anda mencuci piring.
• Usage Occasions: Ini merupakan salah satu tekanan saat atau bagaimana produk kita digunakan oleh target audience.Contohnya: Mobil Jeep focus untuk pengendaraan off-road.
Users: Fokus kepada keunikan karakteristik yang spesifik pengguna bisa menjadi hal yang efektif pula.

Let’s get into position

Yang membawa kesuksesan dalam Strategi Positioning harus bisa memberikan yang beda pada produk kita, men-data kriteria konsumen penting, dan mengartikulasikan atribut kunci dari produk tersebut. Untuk mencapai tiga objek ini, kita harus mengerti lebih dalam tentang:

• How your target market makes purchasing decisions
• How your competition positions their products
• What your product has to offer


 
Gambar dari sini.

Dibawah ini adalah langkah-langkah efektif yang dapat dilakukan dalam strategi Positioning.

1. Mengerti target pasar kita.
2. Mengerti pesaing kita.
3. Petakan map pembelian terhadap positioning pesaing.
4. Nilai kekuatan produk kita terhadap kriteria pembelian.
5. Analisis celah yang ada.

Kesimpulannya adalah...

The better you understand your market and competitors, the better you will be at positioning.

Nah... itulah segelintir tentang Positioning yang aku pahamin. Kamu paham ga gais setelah baca ini? Paham kan lah yah, kalo ga paham kalian bisa telpon aku kunjungin web yang aku jadiin referensi ya, nanti aku tulis diakhir postingan ini. Semoga postingan kali ini bermanfaat untuk kalian-kalian yang membutuhkannya.
Akhir kata.... Im out....


REFERENCE: http://www.otmmarketing.com/Portals/42226/docs/product_positioning.pdf



 



Tuesday, September 9, 2014

Teori Segmentation, Targeting dan Positioning

Hai, pake lagi....
Kali ini aku bakalan nge-post tentang STP..
What's STP? Surat Tanda Pernikahan? NGASAL WOY!
STP yang aku bakalan bahas da Segmentasi, Targeting dan Positioning gitu...
Ini masi berhubungan sama tugas kuliah aku, Marketing Komunikasi...
Oke selamat membacaaaaah!

Dalam ilmu marketing kita mengenal STP dan 4P sebagai strategi pemasaran produk ataupun jasa.STP adalah singkatan dari Segmentation, Targeting dan Positioning sedangkan 4P adalah singkatan dari keempat unsur dalam marketing mix, yakni Product, Price, Place dan Promotion dan udah aku bahas di sini. STP dan 4P akan selalu muncul dalam marketing, apa pun konteksnya.

Gambar dari sini.

Segmentation

Merupakan upaya memetakan atau pengelompokkan pasar dengan memilah-milahkan konsumen berdasarkan kategori-kategori tertentu.
gambar dari sini.

 By segmenting your market you can better match supply and demand. 


Targeting

Setelah memetakan pasar, tahap selanjutnya adalah Targeting. Seperti namanya, Targeting adalah membidik kelompok konsumen mana yang akan kita sasar. Targeting merupakan sebuah proses yang sangat penting karena akan menentukan siapa yang akan menjadi fokus kegiatan-kegiatan pemasaran dan ppromosi untuk membeli produk dari perusahaan.
Pemilihan suatu segmen pasar hendaknya dilakukan berdasarkan riset yang memadai dengan pertimbangan-pertimbangan yang masak.

Nah, berikut ini adalah kriteria memperoleh target market yang optimal:

a. RESPONSIF
Pasar yang dituju harus responsif  terhadap produk yang akan diluncurkan. Untuk mendapatkan respon positif maka perlu diketahui target market yang tepat sebelumnya. Responsif pasar bisa diketahui dengan bantuan riset pasar atau melakukan jajak pendapat dengan mengacu pada segmentasi pasar konsumen.
bPOTENSI PENJUALAN
Potensi ini tidak hanya dihitung dari jumlah populasi, tetapi juga ditentukan oleh daya beli dan keinginan pasar untuk memilikinya. Keinginan ini harus diciptakan dengan mempertimbangkan kesiapan pasar menerima produk tersebut, kelayakan produk, dan kemampuannya meningkatkan kepuasan konsumen. Persiapan analisa awal serta pertimbangan yang matang akan mendapatkan target potensi penjualan yang baik.
c. JANGKAUAN MEDIA
Media untuk promosi memiliki pengaruh besar terhadap tercapainya hasil optimal dari pemasaran suatu produk. Target market harus dapat dicapai dengan optimal sehingga perlu perencanaan media iklan yang tepat serta memahami karakter media tersebut.
d. SENSITIFITAS TERHADAP PASAR
Untuk menempatkan sebuah target market maka perlu selalu memantau keadaan dinamika pasar secara konsisten.

Positioning

Apabila target pasar sudah jelas, positioning adalah bagaimana kita menjelaskan posisi produk kepada konsumen. Apa beda produk kita dibandingkan kompetitor dan apa saja keunggulannya.

Untuk membangun Positioning diperlukan beberapa syarat, antara lain:

a. Kajian Konsumen
Positioning harus dipersepsi positif oleh konsumen menjadi “reason to believe”(alasan untuk dipercaya) yang memicu pembelian. Hal ini terjadi bila positioning dapat mendeskripsikan value yang dimiliki.
b. Perusahaan Produsen
Kapabilitas dan kekuatan internal perusahaan. Jangan memberi janji melampaui kemampuan yang dapat dilakukan.
c. Kompetitor
Positioning harus bersifat unik sehingga dapat membedakan diri dengan para pesaing. Ada kalanya pesaing itu dapat membawa efek positif dalam suatu bisnis, dengan adanya pesaing kita dapat semakin memacu efektifitas dari produk kita agar tidak kalah bersaing.
d. Perubahaan
Positioning harus berkelanjutan dengan selalu relevan dengan berbagai perubahan bisnis, perilaku, budaya, dan lainnya.

Berikut merupakan dasar dari positioning sebuah jasa:

a. Relability ( tahan uji )
b. Assurance ( jaminan )
c.  Tangibles ( bukti yang nyata )
d. Emphaty ( perasaan )
e. Responsiveness ( pertanggung jawaban)
Selanjutnya ada dasar dari Positioning agar bisa diterima pada masyarakat, yaitu:
a. Melalui Karakteristik Produk
Suatu produk dapat diterima didalam masyarakat apabila produk tersebut memiliki karakteristik yang jelas dalam segi karakter yang dimilikinya dan  mudah dikenali oleh konsumen.
b. Melalui Pengutamaan Harga
Pengiklan memilih harga yang murah sebagai hal yang ditonjolkan, pengiklan maupun biro iklan harus berhati-hati dengan strategi penonjolan harga ini karena untuk konsumen harga sering diasosiasikan dengan mutu.
c. Melalui Pengutamaan Penggunanan Produk
Pengiklan harus memilih kegunaan khusus dari produknya untuk memposisikan diri. Suatu produk biasanya dikaitkan dengan kegunaan khusus.
d. Melalui Kelas Pemakai Produk
Memposisikan produk dalam suatu kelas tertentu.
e. Melalui Kelas Produk
Beberapa produk yang “terjepit” perlu melakukan keputusan positioning yang kritis dengan mengaitkan pada kelas yang bersangkutan.
f. Melalui Simbol Kultur / Budaya
Simbol yang dijadikan identifikasi ini memiliki arti penting bagi konsumen. Simbol ini tidak digunakan oleh pesaing lainnya.
g. Melalui Kompetitor
Proses  menjadikan produknya no.1 dibandingkan dengan pesaingnya yang nomor 2. Secara budaya tipe ini kurang etis di Indonesia, tapi sudah mulai terlihat meski tidak secara terang-terangan menyebutkan merek.

Well, thats it all my friend. Now im going back to your heart my other task, IYA... OTHER TASK... Jadi mahasiswa semester 3 itu sibuknya pake banget! Untuk Minggu ini aja hampir setiap hari nya selalu ada tugas, Pusing pala Barbie... Tapi yaudahlahyah aku tau ini bukan postingan buat aku curhat, jadi kamu jangan masang muka bete gitu deh... 
Semoga postingan kali ini ada manfaat dan ada barokahnya yah....
Im out....

References:
http://www.consumerpsychologist.com/cb_Segmentation.html
http://imvina.wordpress.com/2011/10/03/target-marketing/

Wednesday, September 3, 2014

Marketing Mix (Tugas Marketing Komunikasi)

Produk bisa datang dalam bentuk apa saja. Konsumen produk tersebut pun bisa “meng-kategori-kan” produk dari kenyamanan/kemudahan dalam produk itu sendiri, yang mana konsumen mau menginvestasikan upaya untuk belanja yang benar-benar terbatas. Untuk itu, ketersediaan produk dan nama brand yang cukup dikenal menjadi hal yang sangat diperlukan. Barang-barang industri juga bisa terbagi dalam beberapa sub-group, tergantung dari kegunaannya. Lini garis perusahaan bisa mengacu pada bermacam-macam produk yang sama dalam satu perusahaan. Contohnya Samsung, ia punya 2 printer laser. Mereka punya tipe yang berbeda untuk kebutuhan yang berbeda untuk segment pasar yang berbeda pula.
Dari ulasan diatas dapat dikatakan bahwa dalam proses pemasaran, konsumen membutuhkan dan menyediakan berbagai macam barang dan jasa untuk memuaskan (dalam segi kebutuhan) secara efektif. Untuk itu, seorang pebisnis harus bisa menghasilkan produk yang dibutuhkan konsumen, memberikan harga yang dapat dicari alasannya, menyediakan produk dalam outlet berbeda dimana konsumen mudah untuk mendapatkannya, dan menginformasikan konsumen tentang produk dan karakteristiknya melalui media yang dapat mereka akses.
Marketing Mix
Menurut P. Kotler, Marketing Mix adalah sejumlah alat-alat pemasaran yang di gunakan perusahaan untuk meyakinkan obyek pemasaran atau target pasar yang dituju. Marketing Mix juga membantu penyusunan rencana pemasaran dan eksekusi sebuah produk sebelum turun ke pasaran.
Dalam Marketing Mix, terdapat 4P yakni Product, Price, Place dan Promotion.  4P mempresentasikan mind-set dari penjual, bukan pembeli. Menurut Robert Lauterborn, penjual (buyer) harus menggunakan 4C, yakni Customer Value (Not product), Customer Cost (Not Price), Convenience (Not Place), and Communication (Not Promotion) sebelum menggunakan 4P. Hal ini diperlukan agar penerapan 4P dapat berjalan dengan baik.
4P
1.       Product
Produk merupakan barang atau jasa yang ditawarkan perusahaan kepada konsumennya.
a) Product Strategies
Menurut P. Kotler, produk yang baik adalah produk yang mempunya 3 level, yakni:
a.       Core Product
Core Product adalah inti dari produk yang ditawarkan. Dalam kata lain, pertanyaan dari “Apa yang produk Anda tawarkan?” harus terjawab. Contoh: Konsumen yang membeli kamera juga mendapatkan core product, yakni memori. Selain mendapatkan kamera, konsumen juga mendapatkan memori yang dapat disimpan dalam bentuk video ataupun gambar.
b.      Actual Product
Actual Product membicarakan tentang kekuatan branding dari suatu produk. Misalnya keunggulan produk dibandingkan pesaing.
c.       Augmented Product
Augmented Product disini merupakan keuntungan lain yang diperoleh dari produk tersebut (tidak berwujud). Misalnya garansi. Garansi  yang menjamin “kesehatan” produk untuk jangka waktu tertentu dapat membuat konsumen lebih “tenang” disbanding produk yang tidak memiliki garansi.
b) Product Classification
Produk terbagi menjadi 3 klasifikasi, yakni:
a.       Based on Use
Merupakan produk yang diklasifikasikan berdasarkan penggunaannya.
·         Consumer Goods
Merupakan barang-barang yang digunakan secara pribadi dan biasanya sekali pakai. Contoh : kebutuhan rumah tangga seperti beras, soft drink, dll.
1.       Convience Goods (Kemudahan dalam Membeli)
2.       Shopping Goods (Barang yang dipakai berulang-ulang kali)
3.       Speciality Goods (Barang yang special)
·         Industrical Goods
Merupakan barang-barang non-personal dan biasanya digunakan oleh sebuah perusahaan.
1.       Raw Materials (Bahan)
2.       Machinery
3.       Components
4.       Operating Supplies
b.      Based on Durability
Merupakan produk yang diklasifikasikan berdasarkan durasi pemakaiannya.
·         Durable
Merupakan barang yang mempunyai durasi yang lama (long period).
Contoh: Mobil, Motor, Mesin Cuci dll
·         Non-Durable
Merupakan barang yang cepat habis.
Contoh: Saus, garam dll
c.       Based on Tangibility
Merupakan produk yang berdasarkan dari “wujud” yang disampaikan.
·         Tangible (Barang)
·         Intangible (Jasa)
c) Product Decisions
Dalam menempatkan produk dalam pasar, banyak faktor dan keputusan yang harus dipertimbangkan.
a.       Product Design
Merupakan desain suatu produk. Desain suatu produk biasanya berpengaruh dalam menentukan penjualan. Desain yang menarik akan lebih mudah dalam menarik konsumen. Will the design be the selling point? Hal ini ditentukan oleh perusahaan yang memproduksi produk tersebut.
b.      Product Quality
Kualitas suatu product harus setara dengan harga yang ditetapkan. Biasanya, kualitas menentukan harga sebuah produk.
c.       Product Features
Fitur-fitur yang membuat produk jauh lebih unggul disbanding produk kompetitor. Fitur apa saja yang di tawarkan ke target market untuk meningkatkan keuntungan?
d.      Branding
Branding have the power of instant sales. Tidak hanya itu, branding juga membantu sebuah perusahaan atau produk untuk menyampaikan pesan, kualitas dan ujicoba produk kepada target market.

2.       Price
Adalah jumlah uang yang dibayarkan customer untuk mendapatkan sebuah produk.
a.       Faktor-faktor yang menentukan harga produk
·         Cost
Biaya produksi dan distribusi yang dihabiskan oleh sebuah produk. “Higher the cost, higher is likely to be price, lower the cost, lower the price.”
·         Demand
Permintaan juga berpengaruh dalam menentukan sebuah harga. Ketika persediaan terbatas, harga menjadi tinggi. Tetapi hal ini harus diperhatikan dari sudut pandang kapasitas dan kemauan konsumen untuk membayar serta preferensi mereka untuk produk.
·         Competition
Yakni harga yang digunakan tidak jauh berbeda dengan harga yang ditawarkan oleh competitor.
·         Marketing Objectives
Yakni pemasaran yang baik adalah pemasaran yang sesuai dengan target. Yaitu harga yang ditentukan berdasarkan target pemasaran. Misalkan target adalah dewasa mengah ke atas, harga akan semakin meninggi, dan sebaliknya.
·         Government Regulation
Yakni harga yang telah ditetapkan atau tertulis dalam UU perdagangan.
b.      Pricing Method
Merupakan strategi yang dipakai dalam menentukan harga dari sebuah produk.
·         Cost Based Pricing
Yakni harga yang ditentukan oleh biaya-biaya yang digunakan oleh produsen. Misalkan harga untuk produksi adalah Rp.50.000, harga distribusi adalah Rp.10.000, jadi biaya yang dikeluarkan produsen adalah Rp60.000. Jika ingin mendapatkan untuk 10%, maka harga yang dipatokan adalah Rp.66.000.
·         Competition Based Pricing
Merupakan harga yang ditentukan dengan membandingkan dengan harga yang dipakai oleh competitor.
·         Demand Based Pricing
Harga yang ditentukan sesuai permintaan konsumen terhadap barang yang ada.
·         Objective Based Pricing
Merupakan harga yang dipakai dengan riset yang dilakukan pada objek pasar.
3.       Place
Place adalah aktifitas yang membuat produk tersebut tersedia dan dapat di beli oleh konsumen. Biasanya, hal ini membicarakan tempat yang digunakan untuk memasarkan produk.
a.       Channel of Distribution
Merupakan tempat atau channel yang membantu memfasilitasi segala kebutuhan produk dan konsumen, misalnya tempat penempatan produk, kartu keredit, dll.
b.      Types of Channel Distribution
·         Zero stage Channel (Manufacturer-Consumer)
Produk dari produsen langsung ke konsumen.
·         1 Stage Channel (Manufacturer-Reseller-Consumer)
Produk dari produsen ke pengecer, dan lalu ke tangan konsumen.
·         2 stage Channel (Mnufacturer-Wholesale-Reseller-Consumer)
Produk dari perusahaan ke toko-toko lalu ke pengecer dan baru ke tangan konsumen.
·         3 Stage Channel (manufacturer-Agent-Wholesale-Reseller-Consumer)
Produk dari perusahaan kea gen, lalu ke toko-toko, ke pengecer dan lalu ke tangan konsumen.
c.       Faktor-faktor yang mempengaruhi pilihan Channel of Distribution
·         Nature of Market
·         Nature of Product
·         Nature of the Company
·         Middlemen Consideration
4.       Promotion
Merupakan penerapan komunikasi yang digunakan oleh pasar untuk menyampaikan pesan dan informasi antara perusahaan dan konsumen.
Promotion Mix
Merupakan penerapan promosi dalam berbagai macam cara.
a.       Advertising
Yakni penyampaian promosi melalui sebuat media iklan. Seperti di Koran, Majalah, bulletin, Billboard dll.
b.      Publicity
Adalah non-paid process yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperkenalkan produk-nya. Contoh press confers.
c.       Personal Selling
Merupakan presentasi tentang produk kepada konsumen ataupun pembeli prospektif.
d.      Sales Promotion
Merupakan ketentuan-ketentuan yang mempunyai aturan dan trial. Misalkan games, contents, gifts dll.

HUBUNGAN ANTARA STRATEGI KOMUNIKASI DAN PEMASARAN

Ungkapan "Marketing and Communication" sangat sering digunakan untuk menunjukan semua aspek dari proses pemasaran, termasuk komunikasi. Perusahaan menggunakan riset pasar untuk mengerti konsumen dan kemudian menyiapkan pesan yang akan disampaikan dalam komunikasi.

  1. Audience

Sebelum mempromosikan atau mengkomunikasikan sesuatu, kita perlu mengerti audience yang kita hadapi. Hal ini adalah alasan mengapa elemen riset dari marketing sangan diperlukan. Ketika perusahaan membangun sebuah rencana pemasaran, mereka telah mengidentifikasi segment-segment konsumen yang memiliki ketertarikan yang potensial terhadap produk dan jasa yang ditawarkan. Dari sini, satu atau target pasar yang lebih banyak telah teridentifikasi mendapatkan iklan promosi. Riset dalam target konsumen membuat pengertian yang lebih baik akan kebutuhan konsumen dan alasan mereka membeli produk tersebut.

    2. Pengembangan Pesan


Menetapkan tujuan pemasaran dan mengembangkan pesan adalah bagian kunci dari rencana pemasaran. Tujuan nya adalah meliputi pningkatkan pangsa pemasaran, mengembangkan basis pelanggan, menciptakan sikap merek yang lebih menguntungkan, mendukung pergantian/inovasi merk dan menghasilkan penjualan. Dengan tujuan untuk audience, tahap berikutnya transisi ke sisi komunikasi pemasaran adalah formulasi pesan. Perusahaan perlu membuat pelanggan yang ditargetkan terkesan dengan produk yang bermanfaat dan diinginkan serta harga yang pas.

     3. Metode Komunikasi 


Komunikasi pemasaran atau promosi biasanya berpusat di sekitar tiga unsur utama, yakni iklan, public relations dan penjualan. Beberapa perusahaan memanfaatkan semua tiga pendekatan komunikasi, sementara yang lain fokus pada satu atau dua. Iklan termasuk membayar pesan yang disajikan melalui media. Public relations dibayar-untuk liputan media. Perusahaan yang menjual high-end atau produk yang kompleks sering menggunakan penjualan profesional untuk tegas produk atau jasa yang bermanfaat bagi pelanggan. Memilih metode komunikasi yang tepat, serta media yang tepat untuk mencapai target pemirsa, membawa bobot utama dalam mencapai tujuan komunikasi. 

    4. Layanan Pelanggan 

Mempertahankan pelanggan adalah fungsi lain dari pemasaran. Ini termasuk strategi dan teknik di mana layanan dan dukungan karyawan berkomunikasi dengan pelanggan tentang pengalaman mereka dalam melayani pelanggan. Komunikasi yang menindak lanjuti keluhan pelanggan membantu memastikan penyelesaian masalah dan memungkinkan bisnis untuk belajar tentang masalah yang umum dialami oleh pelanggan. Selain itu, dukungan teknis purnajual diperlukan dengan produk yang kompleks, seperti teknologi, yang memungkinkan pelanggan untuk mendapatkan manfaat maksimal.

REFERENSI: